Hoax dan Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Gambar Ilustrasi Siklus Informasi dari Mulai di Produksi Sampai dimanfaatkan

Hoax, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti berita bohong, informasi palsu dan perkataan dusta. Sekarang, fenomena hoax telah menjadi trending topik, dan menjadi fenomena nasional yang dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fenomena hoax, pada dasarnya bukan sesuatu yang baru, jauh sebelum teknologi informasi dan komunikasi seperti internet, media sosial dan aplikasi chating ditemukan. Fenomena hoax telah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW dan menjadi sebab turunnya surat Al-hujurat ayat 6.

Fenomena hoax yang terjadi beberapa bulan belakangan ini, dilatar belakangi banyak faktor seperti politik, keyakinan, budaya dan lain-lainnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Forum Masyarakat Anti Hoax Solo Raya bahwa banyaknya hoax dilatar belakangi oleh salah satunya persoalan ekonomi. Kemudian, ditengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang, fenomena hoax tersebut semakin mudah diproduksi dan disebarluaskan kepada semua orang. Media sosial adalah salah satu dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sering dimanfaatkan untuk menyebar-luaskan hoax.

Ketidak bijaksanaan kita dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu bagi manusia untuk mempermudah pekerjaan guna mewujudkan kesejahteraan, mungkin menjadi salah satu penyebab masih banyaknya orang yang memproduksi dan menyebar-luaskan hoax melalui media sosial. Selain itu, Kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, menganalisis, dan mengkritisi sumber informasi, kemudian menempatkannya sesuai dengan konteksnya tidak diajarkan kepada kita melalui pendidikan formal atau pun non formal.

Kondisi yang demikian, akan menjadikan dunia maya sebagai tempat terakumulasinya semua jenis informasi baik hoax, realita dan ilmiah, sehingga kemungkinan besar termanfaatkannya hoax oleh kita sangat besar. Oleh karena itu, Hoax tidak bisa dihilangkan, selama kehidupan masih ada, namun dampak dari penyebaran hoax bisa diminimalisir dengan mengajarkan keterampilan memahami, mengintegrasi dan menempatkan informasi sesuai konteksnya, dan juga mengkritisi sumber informasi. Keterampilan tersebutlah yang disebut digital literasi, sehingga kita bisa meminimalisir termanfaatkannya hoax ketika kita mencari informasi di tumpukan informasi yang ada di dunia maya. Atas dasar itu lah, maka kita perlu mempertimbangkan untuk mengajarkan literasi digital, baik disekolah, perguruan tinggi, dan di lingkungan masyarakat atau memasukan literasi digital dalam kurikulum sekolah.

Posting Komentar untuk "Hoax dan Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi"